Search Results for: sepak bola dunia

Di tengah-tengah pandemi Wabah Virus Corona, Media Prancis penggagas penghargaan Ballon d’Or, France Football, baru-baru ini merilis daftar pemain terkaya dunia edisi tahun 2019. Berikut adalah empat diantaranya.

1. Lionel Messi

Mega bintang Argentina ini memang dikenal sebagai pemain dengan bayaran tertinggi. Barcelona memberinya gaji sebesar 646 Ribu US Dollar setiap pekannya. Selain itu,fakta bahwa dia adalah pemain terbaik dunia enam kali membuat Messi dikontrak sejumlah perusahaan besar seperti Pepsi dan Adidas.

Belum lagi jika ditambah dengan penghasilan sponsor lainnya. France Football melansir bahwa sosok berusia 33 tahun ini memiliki kekayaan mencapai angka 141,3 Juta USD di tahun 2019 kemarin.

2. Cristiano Ronaldo

Bicara soal kekayaan di tahun 2019, Cristiano Ronaldo ternyata kalah unggul dari rival pribadinya, Lionel Messi. Mega bintang Portugal tersebut tercatat memiliki kekayaan 127,3 Juta USD menurut penelusuran France Football.

Pendapatan tersebut berasal dari berbagai sumber. Meski tak lagi muda, dimana usianya sudah menginjak 35 tahun, tapi Ronaldo tetap terikat kontrak bernilai besar dengan beberapa perusahaan seperti Nike dan KFC.

3. Neymar Jr.

Neymar menjadi pemain dengan transfer paling mahal di dunia saat pindah ke PSG pada 2017 lalu. Dia dibeli dengan harga 222 juta euro. Pindah ke PSG juga membuat Neymar mendapat kontrak sangat besar.

Neymar belakangan juga membuka bisnis sendiri. Selain itu, pemain asal Brasil tersebut juga mendapat kontrak dari Nike dan Beats dengan nilai yang sangat besar. Total kekayaan eks Barcelona ini mencapai angka 102,5 Juta USD.

4. Eden Hazard

Bintang Belgia ini baru saja pindah ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas tahun 2019 kemarin. Meski begitu, pamornya sebagai pemain top memang membuat Hazard diganderungi banyak sponsor sejak masih membela Chelsea.

Dia mendapatkan gaji sebesar 471 Ribu USD per pekannya di Real Madrid.

Meski menduduki posisi ke-4 dalam urutan ini, jumlah kekayaan Hazard di tahun 2019 masih jauh di bawah ketiga pemain di atas. Dia memiliki kekayaan sebesar 41 Juta USD sebagaimana penulusuran dari France Football.

Read Full Article

messiDunia media sosial Eropa dihebohkan dengan munculnya foto seorang anak kecil yang menggunakan seragam Timnas Argentina milik Lionel Messi. Bukan lantaran seragam milik Messi yang bikin heboh, namun bahan yang digunakan untuk seragam tersebut terbuat dari tas kresek plastik.

Harga sebuah jersey sepakbola yang asli, setidaknya bernilai 50 euro (sekitar Rp763 ribu), tentu saja tak semua orang sanggup membelinya. Ternyata anak kecil ini lantas memiliki kreativitas tinggi dengan menulis nama Messi lengkap dengan nomor 10 di atas plastik keresek berwarna biru-putih.

Foto bocah berseragam Messi ini lantas dengan cepat menyebar ke penjuru Eropa melalui beragam sosial media, setelah muncul untuk kali pertama pada sebuah fans blog di Turki.

Dengan latar belakang tanah yang berundak-undak, bocah ini berpose membelakangi kamera, sehingga wajahnya tak terlihat. Beredar kabar foto ini diambil di Dohuk, sebuah daerah kecil yang porak poranda karena perang di Irak.

Mendengar berita ini, sang mega bintang Barcelona, Lionel Messi pun ingin bertemu langsung dengan bocah misterius tersebut. Demikian diklaim akun Twitter Messi10stats, yang mengaku sudah melakukan kontak langsung dengan perwakilan Messi.

Sebelumnya bintang Madrid, Cristiano Ronaldo juga pernah membantu seorang anak korban Tsunami di Aceh pada akhir tahun 2004 lalu, dengan menjadikannya anak angkat. Bocah bernama Martunis itu selamat dari bencana dan ditemukan ditengah laut dengan mengenakan Jersey Timnas Portugal milik Ronaldo.

Read Full Article

Kami penyedia berita dan Prediksi Akurat dari pertaningan Sepak Bola Dunia. Selamat datang di tendang1.com

Read Full Article

wendell liraSalah satu nominasi yang di perebutkan dalam ajang bergengsi FIFA 2015 di Zurich, Senin (11/1/2016), adalah pencetak gol terbaik atau Puskas Award 2015.

Tiga pemain yang masuk dalam nominasi ini adalah Lionel Messi, Alessandro Florenzi dan Wendell Lira. Dua nama pertama mungkin sudah familiar bagi semua orang, namun nama Wendell Lira masih terasa asing di pencinta sepak bola dunia.

Namun siapa sangka gol yang dicetak Wendell Lira saat masih berkostum Goianesia meraih 46,7 persen suara audiens atau 1,6 juta pemilih. Dia mengalahkan Messi (33,3 persen) dan Florenzi (7,1 persen). Dan otomatis ia dinobatkan sebagai peraih Puskas Award 2015.

Uniknya Wendell Lira sendiri adalah salah satu pemain yang sangat mengidolakan sosok Lionel Messi. Tentu saja pencapaiannya ini langsung mendapat apresiasi di sosial media. Bahkan saat diumumkan sebagai pemenang Puskas Award, nama dia masuk trending topic dunia di Twitter.

“Meraih gelar ini tak ubahnya mimpi,” kata striker kelahiran 7 Januari 1989 itu.

“Saya merasa harus berjuang untuk tidak menggerak-gerakkan kepala karena begitu banyak pemain bintang di sini. Terlebih lagi, saya bisa meraih penghargaan ini dengan mengalahkan Messi,” tuturnya lagi.

Gol yang membawanya memenangkan nominasi ini terjadi pada turnamen regional, walau begitu laga tersebut tetap berlebel kompetisi resmi.

“Saat mencetak gol itu, jumlah penonton pertandingan hanya 297 pasang mata. Saya tak pernah menyangka gol itu mengubah jalan hidup saya,” ujar Wendell Lira mengisahkan gol pada 11 Maret 2015 itu.

Read Full Article

Teknik Penalti Panenka, merupakan salah satu teknik penalti yang sangat populer di Sepakbola. Jika dilihat, teknik ini terlihat sangat mudah, bahkan tidak membutuhkan banyak energi. Akan tetapi, hanya segelintir pemain yang berani menerapkannya dalam laga resmi.

40 tahun silam adalah saat dimana teknik ini diperkenalkan atau tepatnya diciptakan pertama kali oleh Antonin Panenka. Hebatnya lagi, teknik tersebut diperkenalkan Panenka dalam drama adu penalti di Final Euro 1976 melawan Jerman Barat.

Dia berhasil melakukan teknik penalti baru tersebut, dan sejak saat itu teknik ini mulai ramai diperbincangkan.

Tentu saja, ada beberapa pemain yang langsung mencoba meniru gaya panenka, tapi tingkat keberhasilannya bisa dikatakan sangat kecil. Bahkan, pengalaman dan teknik tinggi seorang pemain tak jadi jaminan keberhasilan penalti panenka ini.

Sebut saja Andrea Pirlo, kita tahu persis kualitas legenda AC Milan dan Italia ini. Namun nyatanya, dia gagal saat pertama kali mencoba teknik Panenka ke gawang Barcelona di ajang Joan Gamper Trophy pada tahun 2010 silam.

Kemudian jangan lupakan momen mengecewakan kiper Mickael Landreau, dengan rekor bagus dari titik 12 pas. Trik Panenkanya gagal, dimana itu membuang kesempatan membawa Nantes memenangi final Piala Liga Prancis 2004 ketika melawan Sochaux di partai final.

Masih ada banyak contoh lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Yang jelas, selain teknik dan pengalaman, butuh keberanian dan keyakinan yang tinggi untuk bisa menggunakan teknik Panenka ini, terlebih dalam sebuah laga besar.

Tapi, ada cukup banyak pemain dan legenda sepakbola yang berhasil meniru gaya penalti panenka ini. Misalnya saja Francesco Totti, yang berperan membawa Italia mengalahkan Belanda dalam adu penalti di semifinal Euro 2000.

Kemudian ada Zinedine Zidane saat melawan Italia, pada menit 7 final Piala Dunia 2006, yang membawa Prancis unggul lebih dulu atas Italia.

Lionel Messi juga beberapa kali sempat mencoba teknik panenka ini, dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Jangan lupakan juga bek sekaligus kapten Real Madrid, Sergio Ramos, yang tampak sangat tenang setiap kali melakukan trik ini.

Read Full Article

Belakangan ini, striker Real Madrid Luka Jovic menjadi sorotan Perdana Menteri dan Presiden Serbia, menyusul sikap sang pemain yang melanggar aturan Karantina. Sosok berusia 22 tahun kemudian angkat bicara mengenai hal tersebut.

Sebagai informasi, luka Jovic kedapatan meninggalkan rumahnya dan bahkan terlihat di salah satu jalan kota Beograd. Menurut informasi yang terdengar, pemain anyar Real Madrid tersebut tengah berencana untuk merayakan hari ulang tahun bersama kekasihnya.

Padahal, para pemain Real Madrid memang diminta bahkan diharuskan untuk mengkarantina diri sendiri. Bukan tanpa sebab, kebijakan tersebut diberlakukan untuk menghindari pemain mereka dari ancaman Virus Corona yang kian menjadi-jadi.

Berbicara mengenai sikapnya tersebut, meski mengaku salah, Jovic justru mengaku tak tahu tentang aturan yang ada tentang karantina.

“Seperti yang sudah saya jelaskan, saya melanggar karantina karena saya tidak tahu peraturannya. Saya tahu itu sulit dipercaya, tapi itu benar.” kata Jovic kepada Lens, seperti dikutip Marca.

Bukan tanpa alasan, pasalnya di Spanyol bahkan di Italia, keluar dari rumah masih diperbolehkan, seperti untuk membuang sampah, atau ke Apotek. Jadi, dia merasa bahwa di serbia sama saja. Tapi terlepas dari itu, Jovic tetap mengaku salah dan siap menerima konsekuensinya.

“Di Spanyol, bahkan di Italia, Anda masih boleh keluar rumah untuk buang sampah, pergi ke apotek atau ke toko, jadi saya pikir di sini sama saja.”

“Saya yang salah, karena tidak tahu. Namun, saya rasa penting untuk menjelaskan itu, terutama kepada orang-orang yang datang dari luar negeri. Saya tentu saja siap menerima konsekuensi untuk tindakan-tindakan saya.” Tandas mantan pemain Benfica tersebut.

Perlu diketahui, penyebaran Virus Corona ini memang sangat cepat dan tak terhentikan. Di Eropa, Italia menjadi negara terparah sejauh ini dengan total ada lebih dari 30 ribu kasus ditemukan dan lebih dari 4000 orang telah meninggal dunia.

Di Spanyol, Prancis, Jerman, Inggris, pun juga Serbia sudah ditemukan kasus Corona. Karenanya, kompetisi sepakbola dihentikan sementara waktu. Para pemain pun harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak bisa kemanapun selain berdiam diri di rumah sebagai tindak pencegahan.

Read Full Article

Arsenal telah resmi menunjuk Mikel Arteta sebagai manajer anyar mereka, menggantikan Freddie Ljunberg yang selama ini bekerja sebagai pelatih sementara. Jelas, kedatangan Arteta membawa Euforia tersendiri bagi klub, tapi Paul Merson meminta para fans untuk tidak berharap banyak pada mantan assisten Pep Guardiola tersebut.

Seperti diketahui, Sabtu dinihari WIB (21/12), Arsenal memang telah mengumumkan kedatangan Mikel Arteta. Sang mantan pemain tersebut resmi ditunjuk menjadi manajer tetap klub, setelah selama beberapa pekan terakhir ini ditangani manajer interim, Freddie Ljunberg.

Kendati akhirnya memiliki pelatih tetap, tapi penunjukkan Mikel Arteta sebagai manajer anyar memunculkan pro dan kontra. Pasalnya pelatih berusia 37 tahun itu belum sekalipun menjadi manajer dari sebuah klub. Sejak pensiun di tahun 2017 lalu, Arteta hanya bekerja sebagai assisten pelatih Di Manchester City.

Salah satu mantan pemain Manchester United, Paul Merson menilai bahwa Arteta tidak akan bisa langsung menbawa Arsenal kembali berjaya.

“Mikel Arteta menjadi pelatih Arsenal itu seperti halnya Conor McGregor mencoba untuk melawan Floyd Mayweather,” demikian ujar Merson kepada Daily Star.

Bahkan lebih dari itu, Merson khawatir Arteta tidak bisa membawa perubahan positif bagi Arsenal, mengingat yang bersangkutan belum punya pengalaman dalam melatih.

“Menangani tim seperti Arsenal adalah salah satu pekerjaan besar dalam dunia sepakbola, dan bagaimana bisa mereka memberikan pekerjaan itu kepada pelatih yang belum pernah menangani sebuah klub di sepanjang hidupnya.”

“Saya rasa Mikel adalah sosok pria yang baik, dan saya pribadi yakin dia adalah pelatih yang bagus, dan baginya, pekerjaan ini sulit untuk ditolak. Namun pelatih yang baik belum tentu menjadi manajer yang baik dan anda sudah melihat hal itu berulang kali.” Tandasnya.

Karena alasan tersebutlah, Merson meminta para fans Arsenal untuk tidak terlalu berharap pada sosok Arteta.

“Dia tidak memiliki pengalaman sama sekali dan jika Direksi Arsenal berpikir tim ini bisa langsung bermain dengan baik hanya karena Arteta pernah bekerja untuk Pep Guardiola, maka mereka harus bangun dan minum kopi.” Tutupnya.

Menariknya, Arsenal sendiri menyodorkan kontrak berdurasi tiga setengah tahun untuk Arteta, yang artinya mereka sudah percaya penuh pada pria asal Spanyol tersebut.

Read Full Article

ronaldo and messiCristiano Ronaldo dan Lionel Messi menjadi Atlet yang menduduki peringkat pertama dan kedua dalam hal finansial, atlet dengan bayaran tertinggi di dunia olahraga yang dirilis oleh majalah Forbes.

Ronaldo meningkatkan penghasilannya setelah klub yang dibelanya, Real Madrid menjadi juara Liga Champions. Dia mendapatkan 60.7 juta poundsterling, sedangkan rivalnya di Barcelona, Lieonel Messi meraih penghasilan 56.19 juta poundsterling.

Penyerang Real Madrid tersebut menjadi pemain sepak bola yang pertama yang pernah naik ke peringkat atas secara global.

Forbes menghitung penghasilan Ronaldo kini berada dikisaran 38.5 juta pounds per tahun, sedangkan Messi menjadi 36.8 juta poundsterling per tahunnya.

Pemain berusia 31 tahun itu membuat dirinya menjadi yang teratas di Forbes berkat kesepakatan dukungan yang cukup besar dengan mitra sponsornya termasuk Herbalife, Tag Heuer dan Nike, serta produk jerseynya sendiri dan sepatu dengan namanya.

Read Full Article

Marcus RashfordJose Mourinho sepertinya masih ingin memaksimalkan potensi yang dimiliki striker muda berbakat MU, Marcus Rashford. Untuk itu ia meminta agar Rashford menandatangani kontrak baru dengan Manchester United yang akan berjalan hingga 2020.

United juga telah bergerak untuk mengikat kontrak untuk masa depan jangka panjang dari lulusan sesama akademi, Cameron Borthwick-Jackson, yang telah menandatangani sebuah kesepakatan yang sama.

Dalam perjanjian kontrak baru milik Rashford, disana juga tertuang akan mencakup opsi untuk memperpanjang satu tahun lebih lanjut.

“Saya senang telah menandatangani kontrak baru,” kata pemain Timnas Inggris itu kepada situs resmi klub.

“Saya selalu menjadi penggemar Manchester United sehingga untuk bermain di tim pertama benar-benar adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya bersyukur karena memiliki kesempatan untuk membuktikan diri.

“Untuk bisa bermain sepak bola di klub terbesar di dunia, ini sangat berarti untuk saya dan keluarga saya.” cetus pemain yang memecahkan rekor Rooney, sebagai pemain termuda yang membuat gol di Timnas Inggris tersebut.

Read Full Article

BelgiaMeski berbeda group di Euro 2016 Prancis nanti, Swiss dan Belgia akan menjalani laga uji coba jelang kompetisi bola antar negara di Eropa tersebut.

Swiss berada di group A bersama dengan tuan rumah Prancis, Romania dan Albania. Sedangkan Belgia satu atap dengan Italia, Irlandia dan Swedia di group E.

Keduanya juga tak asing lagi di dunia sepakbola, mereka sudah saling mengalahkan baik di Euro maupun di Piala Dunia. Namun itu sudah lama sekali. Terakhir keduanya bertemu di Piala Dunia pada tahun 1989 tepatnya bulan Oktober, dimana laga berakhir imbang 2-2.

Lima laga terakhir Swiss :
30.03.16 – FRI – Swiss vs Bosnia & Herzegovina (0 : 2)
26.03.16 – FRI – Ireland vs Swiss (1 : 0)
18.11.15 – FRI – Austria vs Swiss (1 : 2)
14.11.15 – FRI – Slovakia vs Swiss (3 : 2)
13.10.15 – EUR – Estonia vs Swiss (0 : 1)

Lima laga terakhir Belgia :
30.03.16 – FRI – Portugal vs Belgia (2 : 1)
14.11.15 – FRI – Belgia vs Italy (3 : 1)
14.10.15 – EUR – Belgia vs Israel (3 : 1)
11.10.15 – EUR – Andorra vs Belgia (1 : 4)
07.09.15 – EUR – Cyprus vs Belgia (0 : 1)

Pertemuan head to head Swiss vs Belgia :
11.10.89 – WOR – Swiss vs Belgia (2 : 2)
19.10.88 – WOR – Belgia vs Swiss (1 : 0)
09.11.83 – EUR – Swiss vs Belgia (3 : 1)
06.10.82 – EUR – Belgia vs Swiss (3 : 0)
20.05.61 – WOR – Swiss vs Belgia (2 : 1)

Kick off Sabtu 28 Mei 2016, pukul 21.15 WIB.
HDP/Pur-puran : Swiss vs Belgia (1/4 – 0)
Over/Under (2)
Tips bet : Belgia (Over)
Prediksi skor  (1 : 2)

Read Full Article