Pulisic Harusnya Bersyukur dengan Keberadaan Lampard di Chelsea

Gelandang Amerika Serikat Christian Pulisic dianggap beruntung dengan kehadiran Frank Lampard di kursi manajer Chelsea saat ini. Sang legenda klub dirasa mampu mengelola dan mengembangkan potensi skuat muda The Blues.

Memang harus diakui bahwa eks Timnas Inggris itu cukup jeli dalam menangani pemain muda berbakat, Puisic adalah contohnya. Lampard mau bersabar, menunggu dan membimbing eks Dortmund yang sejatinya tengah beradaptasi dengan gaya sepakbola Inggris.

Pulisic d satu sisi memikul ekspektasi yang besar. Banderolnya yang tinggi dan penampilan apik selama masih berkarir di Bundesliga Jerman membuat Pemain berusia 24 tahun ini harus memberikan yang terbaik di setiap pekannya.

Namun performa Pulisic di awal musim ini tak sesuai harapan. Dia tidak bisa langsung tampil apik karena cedera dan masalah adaptasi.

Memang, eks Dortmund ini sempat menunjukkan performa apik, contohnya saat mencetak hattrick di ajang Liga Champions Eropa. Akan tetapi, yang bersangkutan kemudian menepi karena cedera sejak awal tahun ini.

Namun begitu, pelatih Frank Lampard tampak masih sabar menangani para penggawa anyar dan pemain muda seperti Christian Pulisic. Karenanya, McBride menyanjung mantan pelatih Derby County tersebut.

“Saya kira itulah sisi positif memiliki pelatih yang pernah bermain di level tinggi, sebab Frank sangat sabar menangani Christian sejak awal,”

“Christian pindah ke negara baru, bergabung dengan tim baru, dan harus membuktikan dirinya di liga baru. Jelas ada tekanan baginya untuk langsung memberikan yang terbaik, tapi Frank tahu Pulisic butuh waktu untuk beradaptasi.” ujar McBride di laman resmi Chelseafc.

McBride sendiri sama seperti Christian Pulisic, berasal dari Amerika Serikat dan pernah mengecap pengalaman berkarir di Inggris. Dia yakin, sang gelandang akan tampil cemerlang seiring berjalannya waktu.

“Kita tidak tahu pasti apa yang terjadi di balik layar, tapi jelas kesabaran Lampard itu memberi waktu bagi Christian untuk menyesuaikan diri, beradaptasi, dan mencoba masuk ke dalam tim,”

“Dia bisa memahami bagaimana Chelsea dan Frank ingin
melihatnya bermain. Lalu, ketika waktunya tepat, Frank akan benar-benar melepasnya,” tutupnya.

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *