Para Pemain Chelsea Menangis Saat Mourinho Akan Pergi

Meski dikenal sebagai sosok yang kontroversial, tapi Jose Mourinho tetaplah pelatih yang cintai para fans dan pemain Chelsea. Buktinya, ada banyak pemain yang menangis saat manajer asal Portugal tersebut akan meninggalkan klub.

Pada bursa transfer musim panas tahun 2004 silam, Jose Mourinho mendarat ke Stamford Bridge setelah sebeumnya mencatat sukses bersama FC Porto. Kedatangan pelatih asal Portugal ini tak lain berkat taipan asal Rusia, Roman Abrahamovic selaku Presiden anyar klub.

Jose Mourinho sendiri saat itu memang menjadi buah bibir media-media Eropa, tak lain soal Pencapaian membawa klub kuda hitam seperti Porto meraih treble winner, termasuk gelar Liga Champions.

Selama bekerja sebagai manajer Chelsea, kurang lebih empat tahun, Mourinho mempersembahkan enam buah trofi, termasuk dua trofi Premier League. Tapi, itu tidak cukup untuk membuatnya bertahan lebih lama di Stamford bridge.

Mourinho resmi meninggalkan Chelsea pada akhir musim 2007/08, dimana pada musim terakhirnya itu performa The Blues memang mengecewakan. Nah, saat akan meninggalkan Stamford bridge, jose Mourinho ditangisi oleh sejumlah pemain.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang Mantan pemain Chelsea, Steve Sidwell. Dia memang merupakan bagian dari The Blues saat itu, dan para pemain seperti Frank Lampard, John Terry juga Didier Drogba menangis karena harus berpisah dengan pelatih asal Portugal.

“Rasanya canggung saat Jose datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Anda bisa mendengar bunyi pin yang terjatuh. Rasanya seperti seseorang meninggal,”

“Saat anda melihat karakter yang kuat seperti Didier Drogba, Frank Lampard, dan John Terry menangis atau berlinang air mata… saya juga sedih. Rasanya aneh,” ujar Sidwell kepada the Athletic.

Sidwell sendiri baru bergabung dengan Chelsea saat itu, dan dia mengaku tak melihat adanya tanda-tanda bahwa sang manajer akan didepak.

“Saya tidak pernah merasakan tensi atau berpikir bahwa dia berada dalam masalah. Ada di beberapa pertandingan sbebelumnya, anda melihatnya di media dan itu menjadi perbincangan. Tapi anda tidak melihatnya dari dalam”

“Semua pemain bersatu, tidak ada yang menentang dia, dia sama sekali tak kehilangan ruang gantinya,” pungkasnya.

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *