Author: admin

Sebagai pelatih yang dikenal cermat dalam melihat potensi pada bakat muda, Pep Guardiola justru membuat legenda Jerman, Lothar Matthaus merasa keheranan. Tepatnya soal keputusan eks pelatih barcelona itu membiarkan kepergian Jadon sancho.

Perlu diketahui, Jadon Sancho memang merupakan salah satu pemain jebolan akademi Manchester city. Namun, pemain berusia 19 tahun itu kesulitan mendapatkan tempat di tim utama. Akhirnya, dia memutuskan hengkang ke Borussia Dortmund pada tahun 2017.

Tentu saja tujuannya hengkang tak lain untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Dortmund sendiri cukup beruntung, karena mendapatkan Sancho dengan harga yang relatif sangat murah, 8 Juta Euro.

Sejak merapat ke klub Bundesliga Jerman, bisa dikatakan karir dan performa Jadon Sancho meningkat pesat. Pada musim ini, pemain Timnas Inggris sudah mencetak 17 gol dan 19 assist dalam 36 pertandingan di semua kompetisi.

Kini, nama Jadon Sancho ramai jadi perbincangan, dan legenda Jerman Lotthar Matthaus tampak senang dengan perkembangan sang pemain. Dia mengaku sudah melihat bakat Sancho sejak yang bersangkutan masih bermain di Timnas Inggris U-17 pada ajang Euro U-17.

Bahkan, dia sudah memprediksi bahwa Jadon Sancho saat itu akan jadi pemain Top di masa mendatang.

“Saya sedang menonton di gym dan saya menghentikan sesi latihan untuk memanggil teman saya yang bekerja di sana untuk bertanya, ‘Siapa pemain Inggris di sayap kiri?’”

“Teman saya memberi tahu saya, ‘Namanya Sancho dan dia bermain untuk Manchester City.’ Saya pikir ‘Wow! Dia adalah pemain hebat dan dia akan memiliki karier yang hebat’.” kata Matthaus kepada Goal.

Prediksinya memang tepat, namun yang mengejutkan bagi Matthaus adalah fakta bahwa Pep Guardiola bisa melepas talenta muda berbakat seperti itu.

“Kemudian, dia menandatangani kontrak dengan Dortmund enam bulan kemudian dan saya berkata, ‘Bagaimana Pep Guardiola bisa membiarkan pemain hebat ini pergi?’.”

“Saya tidak memahaminya saat itu, karena saya tahu Guardiola memiliki mata yang bagus untuk bakat muda. Dan Sancho memiliki kecepatan, membuat assist, mencetak gol dan selalu berlari.” Tandasnya.

Read Full Article

Teknik Penalti Panenka, merupakan salah satu teknik penalti yang sangat populer di Sepakbola. Jika dilihat, teknik ini terlihat sangat mudah, bahkan tidak membutuhkan banyak energi. Akan tetapi, hanya segelintir pemain yang berani menerapkannya dalam laga resmi.

40 tahun silam adalah saat dimana teknik ini diperkenalkan atau tepatnya diciptakan pertama kali oleh Antonin Panenka. Hebatnya lagi, teknik tersebut diperkenalkan Panenka dalam drama adu penalti di Final Euro 1976 melawan Jerman Barat.

Dia berhasil melakukan teknik penalti baru tersebut, dan sejak saat itu teknik ini mulai ramai diperbincangkan.

Tentu saja, ada beberapa pemain yang langsung mencoba meniru gaya panenka, tapi tingkat keberhasilannya bisa dikatakan sangat kecil. Bahkan, pengalaman dan teknik tinggi seorang pemain tak jadi jaminan keberhasilan penalti panenka ini.

Sebut saja Andrea Pirlo, kita tahu persis kualitas legenda AC Milan dan Italia ini. Namun nyatanya, dia gagal saat pertama kali mencoba teknik Panenka ke gawang Barcelona di ajang Joan Gamper Trophy pada tahun 2010 silam.

Kemudian jangan lupakan momen mengecewakan kiper Mickael Landreau, dengan rekor bagus dari titik 12 pas. Trik Panenkanya gagal, dimana itu membuang kesempatan membawa Nantes memenangi final Piala Liga Prancis 2004 ketika melawan Sochaux di partai final.

Masih ada banyak contoh lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Yang jelas, selain teknik dan pengalaman, butuh keberanian dan keyakinan yang tinggi untuk bisa menggunakan teknik Panenka ini, terlebih dalam sebuah laga besar.

Tapi, ada cukup banyak pemain dan legenda sepakbola yang berhasil meniru gaya penalti panenka ini. Misalnya saja Francesco Totti, yang berperan membawa Italia mengalahkan Belanda dalam adu penalti di semifinal Euro 2000.

Kemudian ada Zinedine Zidane saat melawan Italia, pada menit 7 final Piala Dunia 2006, yang membawa Prancis unggul lebih dulu atas Italia.

Lionel Messi juga beberapa kali sempat mencoba teknik panenka ini, dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Jangan lupakan juga bek sekaligus kapten Real Madrid, Sergio Ramos, yang tampak sangat tenang setiap kali melakukan trik ini.

Read Full Article

Gerard Pique memang hobi menyulut amarah para fans Real Madrid. Di tengah-tengah pandemi Corona yang minim aktivitas, bek andalan Barcelona tersebut menyindir klub rival dengan mengunggah tayangan ulang kemenangan telak di Santiago Bernabeu 11 tahun silam.

Pemain Spanyol tersebut memang begitu verbal saat membahas tentang Real Madrid, entah di depan media maupun di sosial media. Pique bahkan pernah berbalas Tweet dengan eks El Real, Alvaro Arbeloa.

Kedua sosok ini pernah terlibat cekcok halus di sosial media, padahal mereka adalah rekan satu tim di Tim Nasional Spanyol. Sedangkan di atas lapangan, Gerard Pique juga kerap terlibat friksi dengan pemain Real Madrid, terutama dalam laga el Clasico.

Nah, baru-baru ini suami Shakira tersebut kembali memancing amarah para fans Real Madrid. Pada 2 Mei lalu, dia mengunggah tayangan ulang kemenangan telak 6-2 yang diraih Barcelona saat bertandang ke Santiago Bernabeu di tahun 2009 silam.

Sebagai informasi, pada pertandingan el Clasico tersebut, Pique tampil selama 90 menit penuh. Bahkan dia juga ikut menyumbangkan satu gol pada menit ke-82. Sedangkan lima gol lainnya dicetak oleh Henry (2 gol), Messi (2 gol) dan Carles Puyol.

Tuan Rumah Real Madrid hanya mampu membalas dengan dua gol yang masing-masing dicetak Sergio Ramos dan Gonzalo Higuain.

Menariknya, mantan Kapten Real Madrid, Iker Casillas rupanya tidak tinggal diam dengan unggahan tersebut. Sosok yang kini membela FC Porto tersebut membalas Tweet dari Pique dengan isyarat rangkaian angka-angka.

11 + 2 = 13. 11 adalah angka yang ditulis Gerard Pique dalam caption di video unggahannya. 11 yang dimaksud Gerard Pique merujuk pada momen 11 tahun lalu, ketika Barcelona menang besar di kandang Real Madrid.

Lantas, apa maksud angka 13 dari Iker Casillas? Dikutip dari Marca, 13 yang dimaksud adalah 13 gelar juara yang diraih Real Madrid di Liga Champions Eropa.

Sebagai informasi, Madrid jadi tim yang mengoleksi gelar Liga Champions Eropa terbanyak sepanjang masa. Total 13 trofi di panggung elit Eropa tersebut dimenangkan Los Blancos sejauh ini. Sedangkan Barca, baru mengoleksi lima.

Read Full Article

Legenda Manchester United, Bryan Robson kembali melemparkan pujian kepada rekrutan anyar Setan Merah, Bruno Fernandez. Dalam pandangannya, pemain asal Portugal tersebut adalah titisan dari legenda klub, Paul Scholes.

Sebagai informasi, Bruno Fernandez belum lama jadi pemain Manchester United. Gelandang berusia 25 tahun itu baru bergabung pada bursa transfer musim dingin Januari 2020 kemarin. Dia ditebus dari Sporting CP seharga 55 juta Euro.

Meski baru bergabung, tapi sang pemain sudah mampu memberikan dampak yang besar bagi skuat MU. Dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan, dia sukses mencetak tiga gol dan empat assist di semua ajang untuk pasukan Ole Gunnar Solskjaer.

Bryan Robson pun mengakui bahwa performa Manchester United dengan Bruno Fernandez di dalamnya tampak menjanjikan sebelum kompetisi ditangguhkan karena pandemi Corona.

“Performa tim ini sebelum lockdown benar-benar menjanjikan,” ujar Robson kepada The Daily Mail.

Lebih lanjut dalam keterangannya, legenda Manchester United tersebut menganggap Bruno Fernandez sudah mampu jadi pemain kunci dalam waktu singkat. Dia menilai gelandang Portugal sangat mirip dengan legenda klub, Paul Scholes.

“Indikasi yang ada sejauh ini menunjukkan bahwa Ole Gunnar Solskjaer sudah mengambil langkah yang tepat. Ini terbukti dari perekrutan Bruno Fernandes yang benar-benar luar biasa.”

“Dia terlihat seperti seorang pemain United. Ia memiliki sikap yang bagus, dan ia adalah pemain yang paling menyamai Paul Scholes dalam aspek teknik, lalu bagaimana cara ia mencari ruang, dan bagaimana nalurinya untuk menendang bola.” Tandansya,

Andai kompetisi musim ini kembali bergulir, dan Bruno masih jadi andalan bersama dengan Scott McTominay di lini tengah, ditambah kembalinya Marcus Rashford dari cedera, menurutnya MU tidak akan terhentikan.

“Jika kita mengombinasikan kemampuannya dengan Scott McTominay yang semakin berkembang dan Marcus Rashford yang kembali fit, maka segalanya terlihat akan semakin baik untuk United.” ujarnya.

Manchester United saat ini tengah berupaya untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Saat ini, pasukan Solskjaer berada di posisi ke-5, tertinggal empat poin saja dari Chelsea yang ada di empat besar.

Read Full Article

Mantan kiper Manchester United, Mark Bosnich percaya, dengan hanya merekrut beberapa pemain yang tepat, bekas klubnya bakal jadi kandidat juara pada kampanye Premier League musim depan.

Manchester United memang sulit bersaing dalam perburuan gelar juara sejak Sir alex Ferguson memutuskan pensiun di tahun 2013 silam. Sejauh ini, Prestasi terbaik Setan Merah di Liga adalah runner up pada kampanye musim 2017/18 silam.

Setelah itu, jangankan untuk finish sebagai juara, Manchester United bahkan kesulitan untuk menembus empat besar klasemen akhir. Namun belakangan ini ada rasa optimise yang kuat di kalangan pendukung Manchester United.

Banyak yang menilai bahwa Setan Merah dibawah arahan Ole Gunnar Solskjaer mulai memperlihatkan tanda-tanda peningkatan performa. Bosnich-pun mengamini hal tersebut, peningkatan MU menurutnya cukup signifikan belakangan ini.

“Saya tidak mengatakan bahwa mereka akan langsung jadi penantang gelar juara, namun mereka saat ini mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan,” ujar Bosnich kepada Sky Sports.

Lebih lanjut, penjaga gawang asal Australia tersebut menilai bahwa Setan Merah hanya membutuhkan beberapa rekrutan anyar yang tepat untuk menjadi kandidat juara musim depan.

“Mereka menjalani momentum yang sangat bagus sebelum kompetisi ditangguhkan. Dia [Solskjaer] mungkin butuh memperkuat timnya tergantung siapa yang pergi dari timnya.”

“Siapapun pemain yang akan pergi, dengan tambahan beberapa pemain kelas dunia di tim mereka, maka mereka akan menjadi penantang gelar yang serius cepat atau lambat.” Tandasnya.

Diapun meminta kepada para fans Manchester United untuk lebih bersabar, pasalnya Solskjaer saat ini sedang membangun proyek yang tepat untuk masa depan klub kesayangan mereka.

“Satu hal yang saat ini kurang adalah kesabaran. Saya sering mengutip cerita bagaimana Direksi klub memberikan kesabaran yang besar kepada Sir Alex Ferguson di masa lalu. Anda sendiri bisa melihat ke mana arah tim ini bersama Solskjaer.” ujarnya.

Kabarnya, Manchester United saat ini sedang targetkan sejumlah pemain untuk direkrut pada bursa transfer mendatang. Termasuk diantaranya adalah gelandang Jack Grealish, winger Jadon Sancho dan striker Inggris, Harry Kane.

Read Full Article

Meski dikenal sebagai sosok yang kontroversial, tapi Jose Mourinho tetaplah pelatih yang cintai para fans dan pemain Chelsea. Buktinya, ada banyak pemain yang menangis saat manajer asal Portugal tersebut akan meninggalkan klub.

Pada bursa transfer musim panas tahun 2004 silam, Jose Mourinho mendarat ke Stamford Bridge setelah sebeumnya mencatat sukses bersama FC Porto. Kedatangan pelatih asal Portugal ini tak lain berkat taipan asal Rusia, Roman Abrahamovic selaku Presiden anyar klub.

Jose Mourinho sendiri saat itu memang menjadi buah bibir media-media Eropa, tak lain soal Pencapaian membawa klub kuda hitam seperti Porto meraih treble winner, termasuk gelar Liga Champions.

Selama bekerja sebagai manajer Chelsea, kurang lebih empat tahun, Mourinho mempersembahkan enam buah trofi, termasuk dua trofi Premier League. Tapi, itu tidak cukup untuk membuatnya bertahan lebih lama di Stamford bridge.

Mourinho resmi meninggalkan Chelsea pada akhir musim 2007/08, dimana pada musim terakhirnya itu performa The Blues memang mengecewakan. Nah, saat akan meninggalkan Stamford bridge, jose Mourinho ditangisi oleh sejumlah pemain.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang Mantan pemain Chelsea, Steve Sidwell. Dia memang merupakan bagian dari The Blues saat itu, dan para pemain seperti Frank Lampard, John Terry juga Didier Drogba menangis karena harus berpisah dengan pelatih asal Portugal.

“Rasanya canggung saat Jose datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Anda bisa mendengar bunyi pin yang terjatuh. Rasanya seperti seseorang meninggal,”

“Saat anda melihat karakter yang kuat seperti Didier Drogba, Frank Lampard, dan John Terry menangis atau berlinang air mata… saya juga sedih. Rasanya aneh,” ujar Sidwell kepada the Athletic.

Sidwell sendiri baru bergabung dengan Chelsea saat itu, dan dia mengaku tak melihat adanya tanda-tanda bahwa sang manajer akan didepak.

“Saya tidak pernah merasakan tensi atau berpikir bahwa dia berada dalam masalah. Ada di beberapa pertandingan sbebelumnya, anda melihatnya di media dan itu menjadi perbincangan. Tapi anda tidak melihatnya dari dalam”

“Semua pemain bersatu, tidak ada yang menentang dia, dia sama sekali tak kehilangan ruang gantinya,” pungkasnya.

Read Full Article

Dengan bakat dan talenta yang dia perlihatkan sejauh ini, Lautaro Martinez diyakini berpotensi menjadi The New Sergio Aguero. Demikian menurut legenda Argentina, Hernan Crespo.

Lautaro Martinez memang berhasil menarik atensi sejumlah raksasa eropa lewat performanya musim ini bersama dengan Inter Milan. Fakta bahwa sang striker berasal dari Argentina memperpanjang hubungan bagus Nerazzurri dengan para pemain yang berasal dari negeri Tango.

Ya, bisa dikatakan Inter Milan seperti berjodoh dengan pemain asal Argentina. Salah satu legendanya adalah Javier Zanetti yang merupakan pria asal Argentina tulen. Lalu mereka juga pernah diperkuat Esteban Cambiasso sampai Mauro Icardi.

Sedangkan Lautaro Martinez sendiri didatangkan Inter Milan dari Racing Club pada musim panas tahun 2018 lalu seharga 22,7 Juta Euro. Pada musim pertamanya, dia kurang begitu bersinar karena klub lebih sering mengandalkan Icardi.

Namun, sejak kepergian Icardi, Martinez jadi andalan di lini depan tim arahan Antonio Conte bersama Lukaku sejak awal musim ini. Sebelum pandemi Virus Corona membuat sepakbola terhenti, sang striker telah mencetak 16 gol dari 31 penampilannya di semua ajang.

Performa gemilang sang pemain memancing sanjungan sejumlah legenda Argentina, termasuk Hernan Crespo. Bahkan, eks pemain AC Milan dan Parma ini menyebut Lautaro Martinez sebagai Aguero baru.

“Lautaro bisa menjadi Sergio Aguero yang baru. Dia tidak begitu tajam saat membawa bola, tapi dia lebih kepada pemain yang mengutamakan tim ketimbang Kun,”

“Lautaro selalu berpartisipasi dalam pergerakan, jadi dia bisa bermain sebagai striker tunggal atau bersama penyerang lain seperti Romelu Lukaku, bahkan trio. Saya sangat menyukai mentalitasnya,” ujar Crespo kepada Sky Sport.

Lebih lanjut, Crespo berbicara tentang pengalamannya saat baru tiba di Italia dimana dia bermain untuk Parma saat itu.

“Pada tahun di mana Parma menjual Sebastian Veron dan Enrico Chiesa, saya merasa sedikit terisolasi dan harus mencetak gol dengan melewati bek lawan. Musim itu membuat saya menjadi lebih komplit sebagai seorang pemain.” pungkasnya.

Bersama Parma, Crespo sempat memenangkan gelar juara Serie A Italia. Dia juga pernah membela klub lainnya seperti Lazio dan AC Milan.

Read Full Article

Sebagai pemain yang masih berusia 28 tahun, harusnya Lucas Vazquez masih memiliki karir yang panjang dan bisa mencoba tantangan baru. Tapi, pemain Spanyol itu tak tertarik, dia justru bertekad bisa bertahan di Real Madrid sampai gantung sepatu.

Sebagai Informasi, Vazquez sendiri merupakan salah satu pemain hasil didikan akademi Real Madrid, yang dikenal dengan istilah Tim Castilla. Namun, karena sulit menembus tim Senior yang dipenuhi para pemain Top, Vazquez akhirnya bergabung dengan Espanyol.

Barulah pada bursa transfer musim panas tahun 2015, sang gelandang memutuskan kembali ke Santiago Bernabeu. Performa apiknya membuat pihak Real madrid rela merogoh kocek untuk memulangkan pemain didikan mereka tersebut.

Sejauh ini, Lucas Vazquez bermain apik di Real Madrid. Dari lima musim yang sudah dia lalui, sang gelandang telah mencatat 201 pertandingan di semua ajang dan mencetak 24 gol diantaranya.

Selama periode tersebut juga, ada banyak gelar juaranya yang dimenangkan Vazquez bersama Los Blancos. Diantaranya adalah 3 gelar juara Liga Champions Eropa, 2 trofi Piala Super Eropa, 3 gelar Piala Dunia antarklub dan satu trofi La Liga Spanyol.

Karirnya yang cukup sukses di Real Madrid, dan masih berusia 28 tahun tentu membuat banyak klub tertarik terhadap sang pemain. Namun, alih-alih mencoba tantangan baru, Vazquez justru lebih tertarik bertahan sampai pensiun di Los Blancos.

“Saya harap saya bisa pensiun di Real Madrid,” kata Vazquez dikutip dari Marca.

Selanjutnya, Vazquez melayangkan sanjungan kepada kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Menurutnya, Ramos adalah pemain yang paling menantang yang pernah dia hadapi.

“Sergio Ramos. Karena karakter kompetitifnya, dan karena ia adalah yang terbaik di dunia dalam posisinya. Ia sangat intens dari hari ke hari. Ia adalah contoh untuk semua pemain, dan ia adalah kapten ia selalu menunjukkannya.” Tandasnya.

Adapun saat ini, sang pemain tidak bisa lagi beraksi di atas lapangan. Dia harus menjalani karantina mandiri sebagai tindakan preventif terhadap wabah Virus Corona. Kompetisi La Liga dan Liga Champions Eropa juga ditangguhkan.

Read Full Article

Di tengah-tengah pandemi Wabah Virus Corona, Media Prancis penggagas penghargaan Ballon d’Or, France Football, baru-baru ini merilis daftar pemain terkaya dunia edisi tahun 2019. Berikut adalah empat diantaranya.

1. Lionel Messi

Mega bintang Argentina ini memang dikenal sebagai pemain dengan bayaran tertinggi. Barcelona memberinya gaji sebesar 646 Ribu US Dollar setiap pekannya. Selain itu,fakta bahwa dia adalah pemain terbaik dunia enam kali membuat Messi dikontrak sejumlah perusahaan besar seperti Pepsi dan Adidas.

Belum lagi jika ditambah dengan penghasilan sponsor lainnya. France Football melansir bahwa sosok berusia 33 tahun ini memiliki kekayaan mencapai angka 141,3 Juta USD di tahun 2019 kemarin.

2. Cristiano Ronaldo

Bicara soal kekayaan di tahun 2019, Cristiano Ronaldo ternyata kalah unggul dari rival pribadinya, Lionel Messi. Mega bintang Portugal tersebut tercatat memiliki kekayaan 127,3 Juta USD menurut penelusuran France Football.

Pendapatan tersebut berasal dari berbagai sumber. Meski tak lagi muda, dimana usianya sudah menginjak 35 tahun, tapi Ronaldo tetap terikat kontrak bernilai besar dengan beberapa perusahaan seperti Nike dan KFC.

3. Neymar Jr.

Neymar menjadi pemain dengan transfer paling mahal di dunia saat pindah ke PSG pada 2017 lalu. Dia dibeli dengan harga 222 juta euro. Pindah ke PSG juga membuat Neymar mendapat kontrak sangat besar.

Neymar belakangan juga membuka bisnis sendiri. Selain itu, pemain asal Brasil tersebut juga mendapat kontrak dari Nike dan Beats dengan nilai yang sangat besar. Total kekayaan eks Barcelona ini mencapai angka 102,5 Juta USD.

4. Eden Hazard

Bintang Belgia ini baru saja pindah ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas tahun 2019 kemarin. Meski begitu, pamornya sebagai pemain top memang membuat Hazard diganderungi banyak sponsor sejak masih membela Chelsea.

Dia mendapatkan gaji sebesar 471 Ribu USD per pekannya di Real Madrid.

Meski menduduki posisi ke-4 dalam urutan ini, jumlah kekayaan Hazard di tahun 2019 masih jauh di bawah ketiga pemain di atas. Dia memiliki kekayaan sebesar 41 Juta USD sebagaimana penulusuran dari France Football.

Read Full Article

Belakangan ini, striker Real Madrid Luka Jovic menjadi sorotan Perdana Menteri dan Presiden Serbia, menyusul sikap sang pemain yang melanggar aturan Karantina. Sosok berusia 22 tahun kemudian angkat bicara mengenai hal tersebut.

Sebagai informasi, luka Jovic kedapatan meninggalkan rumahnya dan bahkan terlihat di salah satu jalan kota Beograd. Menurut informasi yang terdengar, pemain anyar Real Madrid tersebut tengah berencana untuk merayakan hari ulang tahun bersama kekasihnya.

Padahal, para pemain Real Madrid memang diminta bahkan diharuskan untuk mengkarantina diri sendiri. Bukan tanpa sebab, kebijakan tersebut diberlakukan untuk menghindari pemain mereka dari ancaman Virus Corona yang kian menjadi-jadi.

Berbicara mengenai sikapnya tersebut, meski mengaku salah, Jovic justru mengaku tak tahu tentang aturan yang ada tentang karantina.

“Seperti yang sudah saya jelaskan, saya melanggar karantina karena saya tidak tahu peraturannya. Saya tahu itu sulit dipercaya, tapi itu benar.” kata Jovic kepada Lens, seperti dikutip Marca.

Bukan tanpa alasan, pasalnya di Spanyol bahkan di Italia, keluar dari rumah masih diperbolehkan, seperti untuk membuang sampah, atau ke Apotek. Jadi, dia merasa bahwa di serbia sama saja. Tapi terlepas dari itu, Jovic tetap mengaku salah dan siap menerima konsekuensinya.

“Di Spanyol, bahkan di Italia, Anda masih boleh keluar rumah untuk buang sampah, pergi ke apotek atau ke toko, jadi saya pikir di sini sama saja.”

“Saya yang salah, karena tidak tahu. Namun, saya rasa penting untuk menjelaskan itu, terutama kepada orang-orang yang datang dari luar negeri. Saya tentu saja siap menerima konsekuensi untuk tindakan-tindakan saya.” Tandas mantan pemain Benfica tersebut.

Perlu diketahui, penyebaran Virus Corona ini memang sangat cepat dan tak terhentikan. Di Eropa, Italia menjadi negara terparah sejauh ini dengan total ada lebih dari 30 ribu kasus ditemukan dan lebih dari 4000 orang telah meninggal dunia.

Di Spanyol, Prancis, Jerman, Inggris, pun juga Serbia sudah ditemukan kasus Corona. Karenanya, kompetisi sepakbola dihentikan sementara waktu. Para pemain pun harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak bisa kemanapun selain berdiam diri di rumah sebagai tindak pencegahan.

Read Full Article